English Bahasa Indonesia
Abstrak
Sumur yang merupakan sumber air yang umum digunakan oleh masyarakat di Indonesia sangat bergantung pada kondisi lingkungan sekitar. Adanya pencemaran lingkungan oleh limbah akan sangat berbahaya, terutama jika limbah tersebut mengandung logam berat seperti Cr(VI). Sifat Cr(VI) yang sangat mudah larut memungkinkan terjadinya proses peresapan dari sungai ke air sumur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan Cr(VI) pada air sumur warga sekitar Sungai Citarum. Sampel diambil dari dua wilayah yang memiliki kriteria tingkat pencemaran tinggi dan lingkungan dengan aktivitas industri yang tinggi. Setiap area pengambilan sampel tersebut diambil sebanyak sepuluh sampel dari sepuluh sumur yang tersebar di area tersebut. Pengukuran konsentrasi dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom pada panjang gelombang 357,9 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar ion Cr(VI) di Lokasi 1 berada pada kisaran 0,014 0,022 ppm sehingga masih dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari karena masih berada di bawah nilai ambang batas. Di Lokasi 2, terdapat enam sumur yang airnya masih layak digunakan karena nilai kandungan ion Cr(VI) masih di bawah nilai ambang batas. Sedangkan air di empat sumur lainnya memiliki kadar ion Cr(VI) yang melebihi nilai ambang batas, sehingga dapat dikatakan tidak layak untuk digunakan sehari-hari.
Penulis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.